Konglomerat Milenial Indonesia

Konglomerat Milenial Indonesia

Seperti kita ketahui, Presiden Joko Widodo baru saja ini kumpulkan beberapa puluh Konglomerat Milenial yang berada di Indonesia. Lebih persisnya 26 pebisnis, salah satunya.

Berikut 8 Konglomerat Milenial Indonesia, Siapa Saja?

  1. Rosan P. Roeslani (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Indonesia)
  2. Ivan Batubara (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Sumatera Utara)
  3. Dayang Donna Faroek (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kalimantan Timur)
  4. Arus Abdul Karim (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Sulawesi Tengah)
  5. Kukrit Surya Wicaksono (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Jawa Tengah)
  6. Garibaldi Thohir (Adaro)
  7. Anindya N. Bakrie (Bakrie Grup)
  8. Muki Hamami (Trakindo Utama)
  9. Martin Hartono (PT Djarum)
  10. Anthony Pradipta (GAN Kapital dan Socket and Play)
  11. Axton Salim (Salim Grup)
  12. Michael William P. Soeryadjaya (Saratoga Investama)
  13. Michael Widjaja (Cahaya Mas Land)
  14. Budi Susanto (Alfamart)
  15. Arini Sarraswati Subianto (Persada Capital Investama)
  16. Arif Patrick Rachmat (Triputra Agro Persada)
  17. Arif Suherman (Cineplex 21)
  18. Richard Halim Kusuma (Agung Sedayu Grup)
  19. Pandu Patria Sjahrir (Toba Bara)
  20. John Riady (Lippo Grup)
  21. Alvin Sariaatmadja (Emtek)
  22. Anderson Tanoto (Royal Golden Eagle)
  23. Yaser Raimi Bijakin Panigoro (Medco Grup)
  24. Jonathan Tahir (Mayapada)
  25. Agus Prajogo (Barito)
  26. Gandi Sulistiyanto Soeherman (Sinarmas Grup)

Nah, dari keseluruhan beberapa konglo muda itu, rupanya beberapa ada yang masuk kelompok milenial, yaitu konglomerat Indonesia yang berumur kepala dua atau kepala tiga. Siapa ia?

Saat sebelum salah mengerti pahami masalah milenial, seharusnya baca lebih dulu pembahasan masalah istilah millennial tersebut.

Baca Juga: Pimpinan Dunia Yang Ganteng

Rupanya, tidak ada satu juga ketetapan baku atau tentu secara tepat pengertian pengelompokan dari teori angkatan berdasar periode waktu tahun kelahiran ini. Maknanya, pengertian bentang usia dalam teori angkatan berbagai macam dan lagi berkembang.

Angkatan Milenial itu Terlahir di Tahun Berapakah, sich?

Tetapi teori angkatan tersebut, pertama kalinya diembuskan oleh sosiolog Karl Mannheim pada 1923. Berdasar teori itu, manusia terdiri dari beberapa angkatan, yaitu Angkatan Zaman Stres, Angkatan Perang Dunia II, Angkatan Saat Perang Dunia II, Angkatan Baby Boomer I, Angkatan Baby Boomer II, Angkatan X, Angkatan Y, dan Angkatan Z.

Tetapi, istilah angkatan milenial ini pertama kalinya dicetuskan oleh penulis asal Amerika Serikat, William Strauss dan Neil Howe, pada 1991. Dalam bukunya, Generation: History of America’s Future, 1584 to 2069, ada pengelompokan angkatan, yaitu:

  • Silent Generation (lahir di 1925-1942),
  • Boom Generation (1943-1960),
  • 13th Generation atau X (1961-1981),
  • Generasi Milenial (1982-tidak disebutkan)

Demikian juga dengan teori angkatan yang merujuk pada buku Don Tapscott, dengan judul Grown Up Digital: The Rise of Net Generation, pada 1997, yang mengategorikan angkatan berdasar tahun kelahiran, salah satunya:

  • Generasi Pre Baby Boom (lahir di 1945 dan sebelumnya),
  • Generasi Baby Boom yang (lahir di 1946-1964),
  • Baby Bust atau Angkatan X (1965-1976),
  • The Eco of Baby Boom atau Angkatan Y/millennials (1977-1997),
  • Net Generation atau Angkatan Z (1998-2010),
  • Generasi Alpha (2011-hingga sekarang)

Lalu, teori angkatan berdasar Carolyn A. Martin dan Bruce Tulgan dalam bukunya dengan judul Managing the Generation Mix: Second Edition from Urgency to Opportunity, tahun 2002, yang mengategorikan angkatan selaku berikut ini:

  • Schwarzkop Generation (lahir saat sebelum 1946),
  • Generasi Baby Boom (1946-1964),
  • Pada Generasi X (1965-1977),
  • Generasi Y atau milenial (1978-1989)

Sudah pasti, masihlah ada teori-teori angkatan lain, seperti Lancastes dan Stillman pada 2002, Oblinger pada 2005, dan beberapa ahli yang lain.

Nah, balik lagi pada siapa figur konglomerat milenial Indonesia itu. Ada beberapa konglomerat muda di negeri ini. Tetapi tidak semua masuk kelompok konglomerat milenial.

Konglomerat ‘Warisan’

Dari beberapa puluh konglomerat muda itu, rupanya cuman ada banyak saja yang terhitung konglomerat milenial. Siapa sajakah?

Saat sebelum selanjutnya kupas siapa saja saja yang masuk ke daftar konglomerat milenal Indonesia, ada bukti menarik bagaimana ‘gelar’ ini mereka sandang.

Di umurnya yang relatif muda, sudah pasti beberapa konglomerat milenial ini bukan selaku pebisnis pelopor. Ada ‘modal awal’ yang secara automatis mereka peroleh. Tidak lain dan tidak bukan, suksesnya di dunia usaha banyak dikuasai oleh perintisnya atau keluarga besarnya.

Mereka mewariskan perjalanan usaha yang awalannya dirintis perintisnya. Maknanya, beberapa konglomerat milenal ini adalah angkatan ke-2 atau ke-3 dan sebagainya dari usaha itu.

Jadi, estafet usaha berikut yang sudah mengantar mereka memiliki ‘gelar’ konglomerat milenial. Lantas, siapa yang masuk ke daftar konglomerat milenial Indonesia ini?

8 Konglomerat Milenial asal Indonesia, dari Industri Keuangan sampai perkebunan

1. Anderson Tanoto (28)

Yap, Anderson Tanoto ini masuk ke daftar konglomerat milenal sebab umurnya yang 28 tahun. Ia mengolah beberapa perusahaan bertingkat internasional sektor manufacturing di bawah bendera PT Royal Golden Eagle (RGE).

Perusahaan berbasiskan sumber daya alam yang dikenali dengan Raja Garuda Mas (RGM) ini dirintis oleh si kakek, Sukanto Tanoto, semenjak 51 tahun kemarin, yang kekayaannya capai seputar US$2,7 miliar versus Majalah Globe Asia 2018. Maknanya, Anderson adalah angkatan ke-2 dari perusahaan keluarga ini.

2. Michael W.P. Soeryadjaya (32)

Nah, untuk konglomerat milenial yang ini bukan hanya selaku pewaris dari si ayah yaitu Edwin Soeryadjaya, atau cucu dari pendiri Astra Internasional, William Soeryadjaya, tetapi juga memperoleh rahmat dari PT Saratoga Investama Sedaya yang dibangun oleh Sandiaga S. Uno dan Edwin Soeryadjaya di tahun 1997, selaku puncak pimpinan Saratoga.

Juga begitu, sampai saat ini tidak ada publisitas berapa besar kekayaan bersih pria yang lahir di 5 Februari 1986. Tetapi, untuk kekayaan keluarga besarnya atau si ayah capai US$930 juta versus Majalah Forbes di tahun 2015. Jadi, Michael adalah angkatan ke-3 dari group perusahaan ini.

3. John Riady (33)

John Riady, yang disebut konglomerat milenial Indonesia kelahiran 5 Mei 1985 ini ialah angkatan ke-3 pendiri Lippo Grup, Mochtar Riady. Pria yang terlahir di New York, Amerika Serikat, ini banyak tempuh pengajaran di luar negeri.

Anak dari konglomerat James Riady ini melalui profesinya semenjak belia. Pada 2005, ia menjadi Editor at Large The Jakarta Globe, memegang Chairman of the Board PT Siloam Hospital International Tbk semenjak 2017, Director Lippo Grup semenjak Mei 2011, dan ada banyak kembali. Nah, keseluruh itu adalah perusahaan keluarga besar si ayah dan rintisan kakeknya.

4. Michael Widjaja (34)

Kesempatan ini, cucu taipan Eka Tjipta Widjaja yang sekarang usinya 97 tahun dan mempunyai kekayaan US$5,3 miliar, masih tetap cukup belia waktu mengawali profesi di salah satunya perusahaan keluarga selaku observer di PT Duta Pertiwi di bidang property, yang saat itu umur Michael Widjaja baru mencapai 24 tahun.

Anak dari Muktar Widjaja ini juga memperlihatkan keahliannya dan dipercayai meningkatkan perusahaan keluarga yang sekarang menempati status CEO Cahaya Mas Land. Pria kelahiran Surabaya, 9 Juli 1984 ini juga merealisasikan mimpinya untuk jadikan BSD City selaku area pusat usaha di daerah Tangerang. Selaku angkatan ke-3 Cahaya Mas Grup, Michael Widjaja juga menjadi salah satu konglomerat milenal.

5. Alvin Widarta Sariaatmadja (35)

Konglomerat milenial Indonesia yang ini adalah anak dari pebisnis yang beroperasi di sektor pertelevisian, seperti SCTV dan Indosiar, Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Nah, kekayaan si ayah capai seputar US$1,8 miliar di 2018.

Alvin Sariaatmadja sendiri sekarang ini memegang selaku Presiden Direktur PT Elang Mahkota Tehnologi Tbk (Emtek) semenjak 3 tahun lalu dan menempati beberapa kedudukan utama di perusahaan keluarga yang lain. Pria kelahiran Sydney ini adalah cucu dari Mohamad Soeboed Sariaatmadja. Alvin lahir di 14 Agustus 1983, dan menamatkan pengajaran di Kampus New South Wales, Australia, jalur hukum dan sarjana keuangan.

6. Axton Salim (39)

Siapakah yang tidak mengenal Indofood? Dibalik keberhasilan perusahaan minuman dan makanan ini, ada figur Anthoni Salim yang disebut ayah Axton Salim, dan Sudono Salim si kakek. Sudah pasti, Axton jadi ahli waris perusahaan keluarga ini.

Selaku angkatan ke-3 Salim Grup, pria yang terlahir di Jakarta ini menempati status direktur Indofood waktu umurnya masih terbilang muda. Saat sebelum konsentrasi mengolah perusahaan keluarga, Axton yang lahir 1 Januari 1979 ini sempat bekerja di Kredit Suisse Singapore seksi bank investasi.

7. Richard Halim Kusuma (39)

Selaku anak pendiri salah satunya perusahaan property paling besar di Indonesia, Sugianto Kusuma, di bawah bendera Agung Sedayu Grup, Richard Halim masuk ke barisan konglomerat milenial Indonesia yang meningkatkan profesinya di perusahaan keluarga.

Richard yang lahir di tahun 1979 ini mengawali profesinya di umur muda selaku Direktur PT KIA Mobil Indonesia pada 2004. Pria yang mengakhiri pengajarannya di Northereastern University, Boston, USA, ini memegang selaku Direktur Agung Sedayu Grup semenjak lima tahun kemarin dan Komisaris di Bank Artha Graha semenjak 2014.

8. Pandu Patria Sjahrir (39)

Pria kelahiran Amerika Serikat, 17 Mei 1979 ini melalui profesi di umur belia. Anak dari ekonom Sjahrir ini jadi Direktur PT Toba Bara Sejahtera Tbk, sebelumnya setelah meniti karier selaku riset bidang energi di Matlin dan Patterson, principal di Byun dan Co, Alternatife Energy Fund Asia, dan riset di Lehman Brothers. Sekarang ini Pandu Patria memegang selaku Ketua Umum Federasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

Indonesia Punyai Banyak Pemuda Berjiwa Pengusaha

Itu beberapa pebisnis muda Indonesia yang mempertajam kekuatan dan membuat profesinya selaku pebisnis. Walau dibalik labelnya selaku konglomerat milenial dari perusahaan rintisan keluarga, tetapi mereka sukses tunjukkan kemampuan menunjukkan dianya pantas mengemban dan dipercayai jalankan, dan mewariskan kemasyhuran perusahaan. Sudah pasti ada beberapa beberapa anak muda Indonesia yang lain di luaran sana yang berjiwa pebisnis dan sukses menjalankan bisnis.